Batik Jonegoroan

             Melihat dan memperhatikan makna motif Batik Jonegoroan mempunyai sembilan motif dengan arti dan makna filosofi yang berbeda-beda pada setiap motifnya. Sembilan motif dasar Bathik Jonegoroan yang beredar dipasaran adalah :

  • Gatra rinonce; motif ini banyak diminati, yang merupakan perpaduan RIG (alat pengambil menyak) dan gas bumi mencitrakan Bojonegoro sebagai daerah Blok cepu dengan cuku cadang minyak yang masih melimpah.
  • Jagung Miji Emas; Kedepan, jagung diharapakan bisa menjadi komuditas unggulan dengan hasil panen yang melimpah. Maka, lahirlah motif bathik ini .
  • Mliwis mukti; motif ini adalah motif yang digambarkan sebagai burung belibis jelmaan Prabu Angkling Dharmo
  • Parang Dahana Munggal; motif ini menggambarkan bahwa Bojonegoro memiliki obyek wisata Khayanagn Api sebauh sumber api abadi terbesar di Asia Tenggara. Sumber Api ini pernah dipakai sebagai tempat pengambilan Api PON XV tahun 2000.
  • Parang Lembu Sekar Rinambat; Barisan sapi yang ditambatkan membentuk barisan yang indah dalam motif kain bathik khas Jonegoroan.
  • Pari Sumilak; motif bathik dengan bentuk tanaman padi yang siap untuk dipanen. Motif ini memiliki makna supaya Bojonegoro diharapkan menjadi lumbung.
  • Rancak Thengul: adalah motif yang bergambar Wayang Thengul sebagai kesenian tradisional di Bojonegoro.
  • Sata Ganda Wangi; motof ini mengingtkan Bojoengoro sebagai penghasil tembakau terbaik , sebab pada motif ini digambarkan daun tembakau yang tertata rapi.
  • Sekar jati; Motif akar, pohon dan daun jati, sebuah pemaknaan bahwa Bojonegoro yang pernah jaya dan terkenal dengan kayu jati berkualtas impor sejak jaman penjajahan Belanda.
Motif Batik Jonegoroan

             Sembilan motif bathik Jonegoroan telah menjadi identitas khas warga Bojonegoro. Saat Berwisata, atau sekadar jalan-jalan sambil mengunjungi sahabat, keluarga di Bumi Angkling Dharmo, sebuah kota kecil bersih dan menyenangkan akan menjadi cerita tersendiri. Suasana tenang, nyaman bersih dengan penduduk yang sumeh menjadi kesana ketika menginjakkan kaki di kota yang tak lagi sering dilanda banjir, Bathik Jonegoran menjadi pilihan untuk disodorkan peda setiap pendatang.

Pos ini dipublikasikan di Produk Unggulan. Tandai permalink.